Membeli iPhone Murah - 5, 5C atau 5S?


Mungkin beberapa dari kalian ada yang tertarik dengan iPhone murah, entah untuk ponsel sekunder, ponsel utama, atau hanya membeli iPhone demi Instagram Stories ber-fps tinggi. Apapun alasannya deh, bebas. Kalau saya, dari awal iPhone 5C dirilis memang kepengin punya. Kecil, warna-warni, mirip Lumia yang saat itu saya pakai.

"HAHAHA" moment yang dialami Nokia sesaat setelah iPhone 5C dirilis.

Cuma yah sampai bertahun-tahun kemudian belum sempat kebeli. Barulah sebelum lebaran kemarin ada rejeki, dan iPhone 5C sudah relatif murah bekasnya -- -+1,5 jutaan. Udah mantap banget nih beli, kemudian... baru sadar akan satu hal. iPhone 5C nggak dapat iOS 11. "Yah, iOS 10 mah udah cukup lah". Tapi ada beberapa hal yang saya pikirkan selain itu -- nanti saya jelaskan. Karena ragu-ragu, saya baru keinget, temen saya ada yang punya iPhone 5C dan nganggur. Saya pinjam selama satu minggu, dan berikut pengalaman penggunaan saya untuk menjawab judul artikel di atas.

Perlu diketahui, iPhone 5 dan 5C kurang lebih adalah ponsel yang sama, perbedaan hanya terletak di material, kapasitas baterai yang lebih besar beberapa puluh mAh saja di 5C, kamera depan yang sedikit lebih bagus di 5C, dan tidak semua iPhone 5 mendukung jaringan 4G (sedangkan semua iPhone 5C bisa). Lainnya sama, prosesor sama, kamera utama sama, kapasitas RAM sama etc.

Let's talk about performance. Buat saya, performa iPhone 5C bisa dibilang hampir sama dengan Android 1,5 jutaan. Bedanya, saat digunakan untuk multitasking, aplikasi cenderung lancar, tidak pernah force closed, tapi bukan berarti tidak hang/freeze ya. iPhone 5C yang saya gunakan sudah terinstall iOS 10.3.2, lalu ditambah beberapa aplikasi (kurang dari 10) seperti Spotify, Twitter, Instagram dan Telegram. Spotify lancar, fitur-fiturnya bahkan lebih banyak dari Android. Twitter, lancar, cuma rasanya masih lebih baik di Android dalam hal kecepatan. Contoh, saat sedang membaca tweet di bawah-bawah lalu ingin kembali ke atas dengan menyentuh tombol home, efek transisi cenderung patah dan lag terasa cukup signifikan. Untuk Instagram, masih lebih baik dari Android 1,5 jutaan terutama saat merekam Stories langsung dari app. Tapi ya, gitu, terkadang dari timeline mau geser ke kamera ada lag cukup lama. Dan yang nggak saya duga, pas lagi nonton video di YouTube, scroll di kolom komentar buat saya lag banget, tapi video tetap berjalan lancar. Saya simpulkan, iOS ini cukup pintar dalam memprioritaskan mana yang harus berjalan lancar, mana yang tidak. Kalau di Android terjangkau bisa sampai force close, lag di video etc, di iOS semuanya dicegah, beberapa elemen di aplikasi melambat, tapi konten pentingnya (seperti video di app YouTube) terjaga. Bagi yang berekspektasi iPhone 5/5C masih ngebut, no, turunkan ekspektasi kamu ya. It's a phone from 2012-2013. Dan menurut saya sudah cukup bagus, bisa bertahan sampai sekarang.

Untuk kameranya, masih cukup bagus. Kamera belakang bahkan bisa setara dengan ponsel Android 3 jutaan. Asal kamera belakangnya bersih ya, biar nggak berbayang/berkabut pas ambil foto. Tipsnya membersihkannya bisa cek di sini.

Berikut slideshow beberapa hasil foto dari kamera utama iPhone 5C.

4

Yang saya suka dari iPhone 5C ini adalah dimensinya yang kecil. Cocok banget untuk kamu yang sudah punya primary phone dengan dimensi layar 5 sampai 6 inci. Di kantong nggak terasa, yet kameranya masih bagus, buat Stories gampang pegangnya, buat putar Spotify juga enak -- kompatibel dengan banyak head-unit mobil terutama yang cuma mendukung dukungan iPod. Baterainya sih... Yah, lumayan, harusnya. Melihat teman saya yang pakai iPhone 5/5C/5S, rata-rata siklus chargenya sama dengan yang pakai ponsel Android. Saya sendiri belum bisa tes, karena 5C yang saya pinjam... Baterainya hamil. Ditambah, kapasitasnya tinggal setengahnya. Iya, kalau di iPhone, user bisa cek kira-kira tinggal berapa kapasitasnya dari ukuran yang seharusnya, sama seperti di notebook.

"Lalu baiknya beli yang mana? iPhone 5, 5C atau 5S?". Kembali ke masalah iOS 11 tadi. Apple memutuskan untuk hanya merilis iOS 11 di minimal iPhone 5S karena baik iPhone 5/5C belum menggunakan arsitektur prosesor 64-bit (alias masih 32-bit). Jika teorinya sama seperti di komputer, yang tidak bisa install aplikasi 64-bit di perangkat 32-bit, maka tidak disarankan untuk membeli iPhone 5/5C. Takutnya, baru beli, lalu iOS 11 rilis, developer memperbarui aplikasi untuk perangkat 64-bit aja, aplikasi untuk 5/5C bisa stop, tidak dapat dukungan. Bisa jadi masih 1-2 tahun kedepan, atau tidak lama setelah iOS 11. Atau, kalau kamu sudah punya primary phone yang cukup, boleh deh beli iPhone 5/5C. Kalau untuk dijadikan primary... Jangan maksain, deh. Mending beli ponsel Android 1,5 jutaan, kalau saya yaa.

Buat saya, akan lebih baik saat ini untuk membeli iPhone 5S. Dukungan aplikasi masih terjamin, performa lambat di aplikasi Twitter dan Instagram di atas tidak saya temui di 5S (kecuali scroll komentar YouTube masih terasa), performa keseluruhan masih cukup ngebut, dan harga bekasnya relatif selisih sedikit saja.

IMG_20170701_230147

Semoga artikel ini dapat mencerahkan yang selama ini bingung beli iPhone murah ya!

Comments

  1. Iphone SE for the win ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ

    ReplyDelete
  2. yang itu belum murah ๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
  3. Soal Instastory di iOS dan Android, kenapa di iOS hasilnya lebih halus daripada di Android. Saya bandingkan Instastory yang diambil langsung dari iPhone 5 hasil videonya lebih baik daripada yang diambil menggunakan Android -dengan spesifikasi kamera yang lebih besar dan harga yang lebih mahal-, dari Android video yang dihasilkan terlihat sedikit “patah-patah”, apalagi ketika indoor atau kondisi lowlight. Mungkin Mas Pras punya penjelasan tentang hal ini?

    ReplyDelete
  4. Pertanyaan yang bagus. Saya jawab dari hasil pengamatan sendiri, ya. Pertama, aplikasi Instagram awalnya memang dirilis untuk iOS duluan. Dan Android sendiri macamnya sangat banyak, kombinasi prosesornya, kamera, software etc. Sedangkan iPhone, seri yang dirilis sedikit, hardwarenya kebanyakan dirancang sendiri, diselaraskan langsung dengan softwarenya, jadi lebih mudah buat Instagram untuk mengoptimalkan aplikasinya di semua perangkat iOS.

    Kedua, masalah "patah-patah". Saya perhatikan, iPhone cenderung stabil framerate (fps)nya saat rekam video, mau itu kondisi terang atau gelap. Bagusnya? Video stabil. Jeleknya? Kalau kondisi kurang cahaya, video gelap. Makanya kalau di Instagram Storiesnya iOS, ada fitur night mode, yang kalau dipakai, video jadi sedikit patah-patah tapi jadi lebih terang. Beda dengan kebanyakan Android, fpsnya otomatis menyesuaikan kondisi cahaya. Kalau kondisi outdoor/banyak cahaya, fps tinggi. Kalau gelap, fps turun, video jadi patah-patah tapi terang. Di Android yang saya pakai (OnePlus 3T), bisa saya "akalin" dengan rekam video mode 1080p 60fps dari kamera bawaan, baru upload ke Stories. Walaupun hasil sudah smooth, tapi masih terlihat sedikit lebih terkompres videonya, daripada dari iPhone. Yang ini kurang tau deh, mungkin balik ke poin pertama. ๐Ÿ˜

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Moto G5s Plus - Pilihan Terbaik di Rp3 Jutaan

Tips Memilih Kartu Memori Yang Tepat Untuk Ponsel

Andromax B & Andromax L - Ponsel Android 4G LTE Terbaru Smartfren