My Thoughts on the OnePlus 3T (As a OnePlus 3 User)


Minggu lalu, OnePlus telah merilis sebuah ponsel flagship terbarunya, OnePlus 3T. Ponsel ini tidak seutuhnya baru, melainkan penyempurnaan dari flagship pendahulunya, OnePlus 3, yang sedang saya gunakan sebagai daily driver selama kurang lebih dua bulan. Awalnya saya sedikit kecewa dengan keputusan OnePlus, namun pada akhirnya, saya memaklumi keputusan tersebut.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, OnePlus 3T adalah penyempurnaan dari OnePlus 3. Mirip seperti penyempurnaan dari iPhone 6 ke iPhone 6S, bahkan menurut saya juga tidak se-signifikan itu. OnePlus 3T dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 821 (dari Snapdragon 820 di 3), baterai 3400mAh (dari 3000mAh), kamera depan 16MP f/2.0 (dari 8MP f/2.0), proteksi kaca safir pada kamera belakang, opsi pilihan warna baru "Gunmetal" dan pilihan penyimpanan hingga 128GB (dari yang awalnya hanya 64GB). Sisanya? Sama. Fisiknya sama. RAM sama-sama 6GB. Layar sama, 5.5" AMOLED full HD. Ah, satu lagi yang beda. Harga. Varian termurah OnePlus 3T dijual dengan harga 439 USD (479 USD untuk varian 128GB), lebih mahal 40 USD dari OnePlus 3.

Tentu, dirilisnya OnePlus 3T membuat saya sedikit... sedih. Belum ganti tahun, eh, sudah ada suksesornya. OnePlus 3 pun di-diskontinyu -- yah namanya juga perusahaan kecil, mau tidak mau fokus penjualan harus diganti ke OnePlus 3T. Tapi kemudian saya berpikir lagi. Sebagai produk yang dipasarkan dengan tagar "flagship killer", tentu harus punya spesifikasi yang terbaik, dong? Kalau tetap menunggu sampai tahun depan, besar kemungkinan OnePlus akan kehilangan daya tarik oleh ponsel flagship terjangkau lainnya yang dirilis pada akhir tahun ini. Hype harus tetap ada. Dirilislah OnePlus 3T, dengan spesifikasi yang lebih kekinian.

Bagaimana dengan pengguna OnePlus 3 seperti saya? Saya sendiri sudah bisa mengatasi kekecewaan terhadap OnePlus 3T. Pertama, kamera belakang masih sama (Sony IMX298). Kedua, peningkatan performanya tidak terlalu banyak. Memasuki bulan pemakaian ketiga, OnePlus 3 masih saya anggap sebagai ponsel Android paling ngebut dari semua yang pernah saya pegang (termasuk Galaxy S7 & LG G5). Ketiga, harga. OnePlus 3T memang lebih bagus, tapi harganya pun lebih mahal. Sedangkan saya yang cuma remahan rempeyek ini sudah cukup ngoyo untuk beli OnePlus 3 kemarin. Saya sampai jual kabel data dan benda-benda yang tergeletak di lemari lainnya supaya bisa membeli ponsel ini. Kecuali kalau OnePlus 3T dirilis dengan harga yang sama, baru beda ceritanya. Kalaupun mereka dirilis secara bersamaan, saya akan tetap memilih OnePlus 3. Tujuan utama saya membeli OnePlus 3, karena ponsel ini adalah affordable flagship terbaik (menurut saya), tanpa mengorbankan hal-hal/fitur penting supaya bisa dijual dengan harga murah. Untuk harga di atasnya, saya langsung menuju ke Galaxy S7, dengan kamera yang sudah terbukti bagus dan layanan purna jual yang terjamin.

Bagi kamu pengguna OnePlus 3 yang sedih, kecewa, atau bahkan marah dengan dirilisnya OnePlus 3T: please, get over it. Lagipula OnePlus sendiri sudah bilang kalau update untuk 3 dan 3T akan selalu dirilis bersamaan, dan dukungan software update akan dibuat sama.

2016-11-22_08-47-24

Saya jadi teringat sebuah momen yang terjadi saat saya masih menggunakan Nokia N8 dan aktif di forum Kaskus, sekitar tahun 2011. Sebagai pelajar yang masih belum tahu banyak hal, saya kesal dengan keputusan Nokia saat itu yang memutuskan untuk membatasi dukungan software update, tidak sama dengan produk yang lebih baru seperti Nokia 700, 701 dan 808 PureView. Padahal secara hardware, N8 yang saya pakai mendukung. Kemudian, salah satu anggota forum yang juga bekerja di Nokia menjawab pertanyaan saya dengan kalimat yang selalu saya ingat dan saya sampaikan ketika seseorang mengeluh terhadap hal serupa:
"Product life cycle, mas. Kalau produk lama didukung terus, gimana pengguna mau upgrade/beli produk baru?".

Artikel pendukung: The Verge

Comments

Popular posts from this blog

Review: Moto G5s Plus - Pilihan Terbaik di Rp3 Jutaan

Tips Memilih Kartu Memori Yang Tepat Untuk Ponsel

Andromax B & Andromax L - Ponsel Android 4G LTE Terbaru Smartfren