Tips Memilih Kartu Memori Yang Tepat Untuk Ponsel


Dengan tipe ponsel yang makin lama makin banyak, kita sebagai pengguna nggak boleh sembarangan untuk membeli atau memilih kartu memori. Memilih kartu memori tidak hanya sekadar menentukan kapasitas sesuai dengan keinginan, tetapi ada beberapa variabel lain yang harus dijadikan acuan untuk memilih. Salah pilih kartu memori bisa mempengaruhi performa ponsel secara keseluruhan.

"Memang apa saja pengaruhnya?". Banyak. Aplikasi crash/lag, penurunan performa saat ambil foto, lihat foto di galeri, bahkan penurunan performa secara keseluruhan. FYI, ini juga jadi salah satu alasan kenapa Xiaomi tidak memberikan slot memori eksternal untuk lini tertinggi mereka, Mi (sumber). Memang beresiko, sih. Hanya karena pengguna salah pilih kartu memori, ponsel jadi bermasalah, yang disalahkan nanti softwarenya, ponselnya, sampai Xiaominya.

Sekarang kita bahas dulu yuk jenis-jenis kartu memori yang ada.

MicroSD, SDHC, SDXC?
Tau perbedaan dari ketiga penamaan memori di atas? Simpelnya, hanya menentukan kapasitas saja kok. SD adalah singkatan dari "Secure Digital", SDHC "Secure Digital High Capacity", dan SDXC "Secure Digital eXtended Capacity". Kapasitas 2GB kebawah termasuk kategori SD, 4GB sampai 32GB kategori SDHC, dan untuk 64GB keatas masuk kategori SDXC.

Class 1? Class 10? Ultra 1? Ultra 3?
Yang ini mulai harus diperhatikan dengan teliti. Class ini adalah acuan kecepatan minimal pada sebuah kartu memori. Kalau tulisannya "Class 6" (tertulis angka dalam huruf C, seperti pada gambar di bawah), berarti kecepatan tulis minimal 6MB/s. Class 10? 10MB/s. Ultra 1? Sama, 10MB/s. Ultra 3? 30MB/s. Untuk Ultra, logonya sedikit berbeda, yaitu angka kecil yang seperti berada di dalam huruf "U".



Perlu diingat, ini minimal ya. Jadi kalau misal memorinya tertulis Ultra 3, bisa sekitaran 30MB/s kurang dikit, atau jauh lebih kencang.

Nih, ada tabelnya.

Write & Read Speed Apa Lagi?
Ini juga nggak kalah penting. Read speed adalah kecepatan kartu memori saat sedang dibaca/dibuka. Read speed ini biasanya menentukan kecepatan untuk buka file, atau buka galeri foto yang berisi ratusan thumbnail, misalnya. Sedangkan Write speed adalah kecepatan kartu memori saat sedang ditimpa data baru, seperti kecepatan copy. Ini sangat mempengaruhi kinerja ponsel, apalagi buat kamu yang berencana menyimpan aplikasi, permainan, lagu-lagu dari Spotify, atau hasil foto dan video ke kartu memori.

Nah, kebetulan di rumah saya ada tiga jenis tipe kartu memori SanDisk yang cukup umum di toko-toko online maupun offline. Ketiganya saya beli di JakartaNotebook, dan sudah pernah dicoba di ponsel yang sama (LG G4). Masing-masing adalah: SanDisk Ultra 48MB/s (warna putih abu-abu), Ultra 80MB/s (merah abu-abu), dan Extreme 90MB/s (merah kuning).



Dari fisiknya, perbedaan yang paling terlihat (selain warna dan kapasitas) adalah kelas dari masing-masing kartu memori. Kedua SanDisk Ultra di atas sama-sama punya spesifikasi kecepatan minimal 10MB/s (karena Class 10 dan Ultra 1 sama-sama 10MB/s), dengan yang paling kanan minimal 30MB/s (karena sudah Ultra 3).

Kebanyakan orang awam akan mengira kalau kartu memori yang tengah dan yang paling kanan hanya "beda dikit", karena memang kebanyakan toko hanya menunjukkan kecepatan read maksimal saja (seperti pada gambar di bawah, 80MB/s dan 90MB/s). "Ah, cuma beda 10MB/s", "80MB/s udah ngebut lah, cukup".



Padahal keduanya sangat berbeda. Berikut saya kasih benchmark write & read speed tiga kartu memori yang saya punya, dengan urutan sesuai gambar (kiri - kanan).



Seperti yang bisa dilihat pada hasil benchmark di atas, kedua SanDisk Ultra punya write speed rata-rata 10MB/s, sesuai dengan kelasnya. Sedangkan untuk read speed, SanDisk 48MB/s nyatanya hanya memiliki read speed sekitar 20MB/s, dan SanDisk 80MB/s sekitar 35-40MB/s. Berbeda dengan SanDisk Ultra, SanDisk Extreme yang diklaim mempunyai kecepatan hingga 90MB/s memang 100% terbukti sesuai, dengan write speed yang bahkan hampir sama!

"Lalu apa efeknya untuk penggunaan sehari-hari?". Saat saya masih menggunakan SanDisk Ultra, shot-to-shot time atau jeda tiap ambil foto terasa 1-2 detik lebih lama. Saat digunakan untuk menyimpan beberapa offline playlist Spotify dengan -+ 300 lagu, tidak jarang aplikasi mengalami delay sampai belasan detik saat dibuka, dan sesekali blank alias harus ditutup paksa. Scroll-scroll ratusan foto di galeri cukup lancar, namun tidak secepat saat menyimpan foto di memori internal. Dicoba untuk menyimpan game HD seperti NFS: No Limits, game sama sekali tidak dapat dimainkan. Sangat lag dan audio kacau. Rekam video 4K juga tidak lancar, karena bitrate video LG G4 yang bervariasi dari 10-30MB/s. Kalau kamu menggunakan Galaxy S7 (dengan bitrate yang lebih tinggi, 45MB/s), dipastikan video akan langsung terhenti pada beberapa detik pertama. (koreksi kalau salah ya).

Sewaktu saya ganti menggunakan SanDisk Extreme, semua masalah di atas hilang. Hilang. Lancar semuanya. Sudah dicoba untuk simpan dan main NFS: No Limits juga lancar. Seperti menyimpan di memori internal deh, gampangnya. Nggak ada masalah.

Nah, mungkin ada beberapa orang yang bingung milih, antara membeli kartu memori Class 10/Ultra 1 128GB, atau Ultra 3 64GB (karena harganya yang relatif sama). Gampangnya begini...

Pilih Class 10/Ultra 1 kalau kamu berencana menggunakan kartu memori hanya untuk menyimpan (dalam artian hasil copy dari PC) file media seperti foto, video (film, serial), musik, dokumen dan sejenisnya. Sebagai tempat menyimpan aplikasi sih bisa saja, tapi kalau nanti notifikasi tidak lancar atau muncul lag, tanggung sendiri ya.
Pilih Ultra 3 kalau kamu ingin mempunyai kartu memori yang secepat memori internal, dan kompatibel untuk menyimpan hasil rekam video 4K secara langsung dari kamera, serta mampu menyimpan data aplikasi tanpa perlu khawatir akan menurunkan performa ponsel.

Jadi sekarang sudah bisa bedain kan, antara microSD, SDHC, Class 10, Ultra 3 dan lain-lainnya gimana? Lebih teliti untuk pilih kartu memori sebelum membeli ya. Pastikan dulu kecepatannya, tidak hanya read speednya, writenya juga. Kalau memang informasi tidak lengkap (seperti JakartaNotebook, misalnya), cari di kolom testimoni pembelinya (biasanya ada yang menginfokan), atau cari info di e-commerce/halaman web lain. Mohon maaf kalau ada salah penulisan yaa. :)

Untuk tips membedakan kartu memori yang palsu dengan yang asli, bisa cek artikel dari GadgetGaul di sini.

Referensi: SanDisk, PetaPixel

Comments

  1. kira kira untuk andromax 4lte bagusan menggunakan memory kelas mana ya kk ???

    ReplyDelete
  2. Bagusan mana? Jelas yang paling cepat.

    ReplyDelete
  3. Selamat malam Gan . Artikelnya yang sangat membantu . Ijin copas gan artikelnya.

    ReplyDelete
  4. ... yah ijin sih ijin, tapi jangan dicopas dong. :'/

    ReplyDelete
  5. gan,untuk samsung J2 Lolipop cocok nya pake yg ultra atau pake yg eXtrem sandisk nya?dan lebih cocok nya yg putih atau yg merah

    ReplyDelete
  6. Untuk Samsung Galaxy J2, Ultra warna merah sudah cukup banget.

    ReplyDelete
  7. Sandisk Ultra warna merah sudah cukup banget.

    ReplyDelete
  8. Untuk Galaxy J2, Sandik Ultra warna merah sudah cukup banget.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Moto G5s Plus - Pilihan Terbaik di Rp3 Jutaan

Andromax B & Andromax L - Ponsel Android 4G LTE Terbaru Smartfren