Unboxing & First Impressions: Smartfren Andromax R2


Awal minggu ini, saya berkesempatan mencoba salah satu ponsel 4G LTE terbaru dari Smartfren, yaitu Andromax R2. Andromax R2 adalah ponsel terbaru Smartfren, tipe yang lebih tinggi dari saudaranya yang dirilis bersamaan, yaitu Andromax E2. Cukup antusias, karena saya belum pernah pakai Smartfren sebelumnya, baik kartu maupun ponselnya. Plus, dari beberapa informasi yang saya dapat, 4G LTE Smartfren di Surabaya sudah cukup bagus. Jadi makin antusias deh.



Pertama kali membuka boksnya, kamu akan disambut oleh Andromax R2-nya langsung. Di bawahnya, ada charger dengan output 1 ampere, kabel data, sebuah ejector untuk membuka baki kartu SIM dan kartu memori, dan yang cukup mengejutkan, disertakan earphone dengan mikrofon bawaan. Terdapat juga plastik berisi kartu SIM, tapi SIMnya nggak ada. Di mana hayo? Ternyata, kartunya sudah terpasang di ponsel, siap untuk aktivasi.


Oh ya, bagi kamu yang juga baru saja membeli Andromax R2, tidak perlu khawatir untuk melepas lapisan pelindung depan dan belakang. Karena, baik depan dan belakang terdiri dari dua lapisan plastik. Kalau yang depan dilepas, akan menyisakan screenguard yang sudah tertempel. Begitu pula sisi belakang, sudah ada lapisan pelindung supaya back cover tidak baret. Jadi tenang, karena awalnya saya mengira akan kesulitan untuk cari screenguard Andromax R2 di konter-konter pusat perbelanjaan. Eh, ternyata sudah ada bawaannya.

Dari segi fisik, Andromax R2 ini cakep banget. Tipis, frame metal, dan tiga tombol kapasitif di depannya tersembunyi jika tidak sedang dinyalakan. Back covernya tidak terbuat dari kaca (sepertinya plastik), tapi tidak mengurangi daya tarik Andromax R2. Yang juga saya suka dari sisi desain, adalah kamera yang tidak menonjol, sehingga tidak berisiko membuat kaca kamera tergores.

Tombol power ada di sisi kanan, sedangkan tombol volume ada di sisi kiri. 3.5mm jack ada di sisi atas, dan di sisi bawah Andromax R2 terdiri dari dua lubang speak...eh, bukan. Speaker hanya ada di sisi kiri, sedangkan di sisi kanan adalah lubang mikrofon. Saya pribadi akan lebih senang jika posisinya dibalik, karena saya terbiasa memegang ponsel dengan tangan kanan, yang menyebabkan speaker dari Andromax R2 ini tidak jarang tertutup oleh jari kelingking saya. Faktor kebiasaan aja sih ini... dan tidak baik juga sebenarnya untuk meletakkan jari kelingking di sisi bawah ponsel.


Setelah ubek-ubek ponselnya sebentar, yang tidak boleh terlewat adalah aktivasi kartu Smartfren 4G LTE yang sudah terpasang di Andromax R2. Kamu cukup mengunjungi galeri Smartfren terdekat, datangi meja CS, bilang, "mba, mau aktivasi kartu dong", kasihtau nomornya, tunggu 2-3 menit, dan selesai. Yep, secepat itu. Satu minggu pertama kamu akan mendapatkan gratis paket internet 8GB (2GB 24 jam, 6GB kuota malam), 100 SMS, 1000 menit telepon ke sesama Smartfren dan 10 menit gratis nelpon ke semua operator. Kepengin buru-buru ngabisin aja, biar bisa nyobain paket True Unlimited-nya.

Setelah paket internet sudah aktif, langsung download dan buka Speedtest buat cek kecepatan internetnya. Sempat keliling Surabaya selama perjalanan pulang, dan koneksi 4G lancar, tidak sekalipun turun ke 3G/EVDO.
 

Okay, segitu dulu impresi pertama dari Andromax R2. Untuk hasil kamera, daya tahan baterai, performa multitasking dan lainnya akan saya tulis di artikel review selanjutnya. Termasuk uji coba paket True Unlimited yang jadi salah satu key selling point ponsel Andromax 4G LTE saat ini. Stay tuned!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Memilih Kartu Memori Yang Tepat Untuk Ponsel

Review: Moto G5s Plus - Pilihan Terbaik di Rp3 Jutaan

Andromax B & Andromax L - Ponsel Android 4G LTE Terbaru Smartfren