Review: Xiaomi Redmi Note 2


Saya sudah cukup lama kepengin punya ponsel Xiaomi. Dulu, awal-awal Xiaomi Redmi 1S sedang booming, saya tertarik dengan kameranya yang bagus untuk harga 1,5 jutaan. Tapi tidak dengan user interfacenya yang waktu itu saya anggap iPhone banget, tanpa menu (apalagi temen-temen saya waktu itu pakai tema iPhone-like). Tetapi setelah MIUI6 rilis, UInya jadi cukup wah, buat saya. Mau beli Redmi 2, layar terlalu kecil (buat saya, yang pakai Android untuk nonton video YouTube). Redmi Note, besar banget dimensinya, kotak gitu. Lalu beberapa waktu kemudian, dirilislah Xiaomi Redmi Note 2.


Begitu Redmi Note 2 dijual di sini (dengan garansi distributor, tentunya), saya langsung jual
Lenovo A7000 yang sebelumnya saya pakai, pergi ke Plasa Marina, dan membelinya. FYI, saya membeli Redmi Note 2 satu hari sebelum menemani kakak saya beli Xiaomi Mi4 yang ternyata replika itu. Karena mbak-mbak konter di Marina berani jamin keaslian dan mau tanggung jawab kalau ada apa-apa, jadi saya ngerasa aman-aman aja, dan memang asli.

Le first Xiaomi phone! *abaikan gelang si mbaknya*
Desain fisik Xiaomi Redmi Note 2 cukup bagus, menurut saya. Cukup nyaman di telapak tangan (walaupun tidak setipis Lenovo A7000), dengan sudut yang melingkar, bezel yang tidak terlalu lebar, tidak tinggi seperti Zenfone 5 juga. Kekurangannya (ini preferensi pribadi ya) adalah desainnya... kurang terlihat mahal jadinya. Bisa diakali, sih, dengan membeli back cover 3rd party yang berbahan kulit. Kalau untuk pelajar SMA mungkin cocok ya, warna-warni. Kalau bosan sama warnanya, tinggal beli back cover di Tokopedia, ada banyak. Satu lagi, tonjolan kamera yang cukup besar juga bikin khawatir baret di kaca kameranya.



Layarnya berukuran 5,5" dengan resolusi Full HD 1080p. Belum dilapisi Gorilla Glass, tapi karena saya selalu pakai screenguard, jadi tidak masalah buat saya. Reproduksi warnanya cukup bagus, dan akurat -- kalau set color temperature ke warm, seperti apa kata GSMArena. Yang saya suka dari layar Redmi Note 2 ini adalah brightness paling minim bisa cukup redup. Nyaman untuk baca-baca tweet atau nonton Big Bang Theory di ruangan gelap. Sama seperti Zen UI, MIUI juga punya fitur one-handed mode. Sentuh dan geser dari tombol home ke kiri atau ke kanan, maka layar akan mengecil, memudahkan kamu untuk menggunakan hape ini dengan satu tangan. Ada tiga ukuran layar yang bisa kamu pilih; 3,5", 4" sampai 4,5". Sayangnya, Redmi Note 2 belum mendukung double-tap to wake up.

Secara tampilan, saya suka dengan MIUI. Bloatware cukup banyak, tapi banyak juga yang bermanfaat. Kamu tidak perlu install Clean Master karena sudah ada aplikasi serupa untuk itu. Ganti tema dan font? Ada banyak pilihan tema dan font yang bisa kamu pilih. Salah satu yang saya suka banget, Redmi Note 2 dilengkapi dengan sensor inframerah. Ditambah aplikasi remote, kamu bisa set ke hampir semua merk televisi dan AC. Remote TV jatuh di kolong kasur? Bodo amat dah. ?

Satu yang saya kurang suka dari MIUI, yaitu perihal multitask. Aplikasi yang di-minimize sering kali di... apa ya istilahnya, hibernate, mungkin. Yang paling terasa itu aplikasi uTorrent. Download sering kali berhenti saat dijalankan di belakang aplikasi lain. Waktu buka appnya lagi, download mulai lagi, dari 1KBps lagi. Di-lock pun masih begitu. Buat saya mengganggu. Saya kira karena RAM-nya hanya 2GB (free 400-700MB), tapi ternyata salah satu user Xiaomi Mi4C dengan RAM 3GB pun mengeluhkan hal yang sama. Sebagai catatan, keduanya posisi menggunakan MIUI7 stable. Belum coba update terbaru versi 7.1. Semoga sudah membaik.

Soal performa, Redmi Note 2 adalah salah satu Android yang paling ngebut yang pernah saya pakai (selain dulu sempat pakai Nexus 4). Buka aplikasi cepat, hampir tanpa lag (kecuali perihal multitask di atas), buat main game juga enak. Beberapa game yang saya coba (Drift Spirits dan Need for Speed™ No Limits) membutuhkan Performance Mode supaya benar-benar smooth saat bermain.

Keluaran audionya? Speaker yang ada di belakang cukup kencang dan detil (walaupun tidak sedetil Lenovo A7000, menurut saya ya). Untuk headset, selain equalizer, ada kustomisasi khusus untuk pemilik headset yang dirilis Xiaomi (Mi Piston, Youth, dan sebagainya). Tinggal pilih sesuai yang digunakan, dan keluaran suaranya akan jadi lebih maksimal.

Lanjut ke kamera. Redmi Note 2 punya spesifikasi kamera belakang 13 Megapiksel dengan single LED flash, apertur f/2.2, kemampuan rekam video 1080p dan dilengkapi PDAF (Phase-detection auto focus). Gimana hasil kameranya? Cepat dan reliable. Karena sudah pakai PDAF, fokusnya bisa cepat (cuma kadang-kadang bisa salah fokus, tapi dimaafkan karena fokus ulangnya cepat). Reproduksi warnanya natural. Mau lebih berwarna, bisa nyalakan HDR (yang juga cepat ngambilnya). Tapi buat saya... kameranya agak kurang konsisten. Dalam kondisi pencahayaan sejenis, satu waktu bisa sangat minim noise, waktu lain bisa banyak noise, atau agak pucat. Tiap mau ambil foto, kaca kamera belakang sudah saya bersihkan terlebih dahulu. Karena software? Bisa jadi. Saya kasih hasil foto agak banyakan, ya.












Kamera depannya beresolusi 5 Megapiksel dengan apertur f/2.0. Ada banyak fitur-fitur tambahan seperti filter, penghalus wajah, pendeteksi umur dan lainnya Hasil fotonya bagus, tidak selebar seperti di Samsung Galaxy Grand Prime, tapi lebih detil dan sudah lebih dari cukup untuk ber-swafoto ria. Untuk transfer file, Redmi Note 2 sudah mendukung USB On-The-Go. Untuk ambil panorama atau photosphere via Google Camera, gyronya normal dan lancar.

Terakhir, baterai. Dengan baterai 3060mAh yang bisa dilepas, daya tahannya tergolong biasa saja. Untuk pemakaian seharian, screen-on time (SOT) yang didapat rata-rata 3 - 3,5 jam (dibawah A7000 yang rata-rata 3,5 jam SOT). Pernah satu kali saya mencapai 4 jam 10 menit SOT, padahal seharian menggunakan paket data, LTE, bluetooth nyala untuk koneksi ke Mi Band, dan beberapa puluh menit nyalakan hotspot. Untuk pemakaian intensif secara terus-menerus bisa 5 - 5,5 jam SOT (untuk standby beberapa jam saja ya, tidak seharian). Untungnya, Redmi Note 2 dibekali fast charging (serupa dengan QuickCharge milik Qualcomm). Charge sampai 50% terasa cukup cepat, sedangkan kalau sampai 100% masih memerlukan waktu sekitar dua jam.

Saat artikel ini ditulis, harga Redmi Note 2 varian internal 16GB dengan garansi distributor adalah sekitar 1,690-1,750 jutaan. Saya denger gosip sih varian garansi resmi nggak masuk, melainkan skip ke Redmi Note 3. Untuk harga 1,7 jutaan, Redmi Note 2 ini layak banget untuk dimiliki. Layar? Bagus. Kamera? Lumayan bagus. Performa? Ngebut banget. Garansi? Pilih aja garansi distributor yang ada service centrenya di kotamu, atau pilih toko yang mau bertanggung jawab kalau misal ada kerusakan -- perihal kedua hal ini, jangan nanya saya ya. Saya bukan pedagang, kurang tahu detil masalah seperti garansi mana yang bagus. Beberapa bilang, garansi WII yang paling bagus. Saya beli dengan garansi Bless juga tidak ada masalah. Kamu bisa menerapkan tips yang ada di artikel saya berikut saat membeli ponsel ini.

"Kalau sama Redmi Note 3? Mending beli yang mana?"

Nah ini, cukup banyak yang bingung menentukan antara keduanya. Redmi Note 3 unggul di material yang terlihat lebih premium, ada fingerprint sensor, dual-LED flash untuk kamera belakang, dan baterai 4000mAh. Processor, kamera, layar dan lainnya sama seperti Redmi Note 2. Keunggulan Redmi Note 2 ada di baterai dan back cover yang bisa dilepas, adanya slot microSD, dan, tentunya, harga yang cukup jauh lebih murah. Kamu bisa gonta-ganti warna back cover atau ganti model back cover kaca, kulit dan lainnya untuk Redmi Note 2, sedangkan kustomisasi Redmi Note 3 hanya terbatas pada penambahan case. Baterai? Beberapa review Redmi Note 3 yang saya baca, tidak menunjukkan peningkatan daya tahan yang signifikan dari Redmi Note 2, walaupun selisih hampir 1000mAh.

"Tapi kan, Redmi Note 3 ada yang varian RAM 3GB dengan internal 32GB?". Betul, tapi selisih harganya juga makin jauh lebih mahal. Dengan yang varian RAM 2GB saja, selisih antara Redmi Note 3 dan Redmi Note 3 bisa sampai 500 ribu. Keputusan tergantung dari seberapa besar kamu menginginkan adanya fingerprint sensor pada ponselmu. Saya pribadi, jika budget adalah salah satu faktor penentu utama, lebih memilih untuk membeli Redmi Note 2. Semoga review ini dapat membantu. :)

Comments

  1. Mas mw tanya,rencananya ak mw beli reno 2 jg,kmrn sempet nanya2 di counter dkotaku pd umum nya jual 2jt an,,tp ad 1 counter yg jual 1,8jt,agak ragu kok lbh murah,katanya mrk distributor langsung,mk nya murah dr yg lain,trus ak dgn polosnya nanya itu kn msh garansi distributor,bs ga bahasanya diganti bahasa indo,,scara klo garansi distributor msh pke rom china kn ya? Kata mbak nya bs.. Nah itu kira2 hp nya asli ga ya?? Mw beli dsana tp msh ragu keasliannya.

    ReplyDelete
  2. Redmi Note 2 sekarang paling murah 1,7, mas Chaeunji. Bahkan bisa naik turun ke 1,65an. Bisa dengan dua cara; memang ROMnya sudah resmi (seperti garansi distributor WII, temen sy kemarin beli, MIUI langsung Global stable), bisa juga ROM China yang dimodifikasi (yang ini perlu install ROM Global stable nanti).

    ReplyDelete
  3. Temen pengen beli reno 2. Cuma emang agak takut2 dgn garansi distributor. Setau saya reno 2 emang ga da garansi resmi xiaomi ya?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Moto G5s Plus - Pilihan Terbaik di Rp3 Jutaan

Tips Memilih Kartu Memori Yang Tepat Untuk Ponsel

Andromax B & Andromax L - Ponsel Android 4G LTE Terbaru Smartfren