Lenovo A7000 - Elegan di Harga Dua Jutaan


Lenovo A7000 adalah salah satu smartphone paling populer untuk harga 2 - 2,5 jutaan. Saat baru dirilis, smartphone ini punya spesifikasi hardware (skor AnTuTu) yang di-klaim terbaik di kelasnya. Tapi apakah itu menjamin pengalaman penggunaan yang smooth dan bebas lag? Sayangnya tidak.

Oh ya, sebelumnya mau cerita sedikit. Sebetulnya, masa pakai Lenovo A7000 saya ini hanya kurang dari satu bulan. Alasannya, waktu itu ada yang tertarik dengan Zenfone 5 saya. Akhirnya saya lepas, dan cari pengganti yang nambahnya nggak banyak-banyak banget. Waktu itu, opsinya ada dua (menurut saya yang terbaik); A7000 dan M2 Note. Sempat tertarik M2 Note, tapi karena hardwarenya mirip iPhone, saya lebih memilih yang punya karakter desain sendiri (ini preferensi pribadi, yaa). Waktu itu, Redmi Note 2 baru diperkenalkan dan belum dijual. Saya juga kepengin banget, tapi ya sudahlah, A7000 dulu. (lanjutan di paragraf terakhir).


Karena sebelumnya sudah pernah pakai Lenovo A6000, saya familiar sekali dengan desain dari A7000. Cenderung mengkotak, tipis, tidak mencolok namun elegan. Sama seperti Lenovo A6000, A7000 juga tidak dilengkapi lampu untuk ketiga tombol di bawah layar. Dengan layar 5.5", megang Lenovo A7000 dengan satu tangan masih sangat nyaman karena bodinya yang tipis. Asli, nyaman banget di tangan saya. Menyentuh notification bar masih bisa, walaupun di Lenovo A7000 tidak ada one-handed mode seperti di Xiaomi dan Zenfone.


Lenovo A7000 ini juga menggunakan Vibe UI, dengan pilihan tema yang lebih banyak dari A6000 (walaupun semuanya jelek, duh). Saya memang tidak pernah cocok dengan Vibe UI dan segala custom iconnya. Tapi itu bisa saya tolerir, karena fitur-fitur tambahannya banyak banget, dan semuanya membantu/tidak hanya gimmick. Misal, kamu bisa buat gestur huruf "O" atau "V" saat layar masih terkunci, untuk buka aplikasi tertentu secara instan. Double-tap untuk nyalakan layar, tekan tombol volume dua kali untuk membuka aplikasi kamera, tahan tombol home untuk menyalakan senter, dan masih banyak lagi.

Layar 5.5" IPS-nya masih HD 720p, belum Full HD. Tidak masalah buat saya, karena masih cukup terlihat tajam untuk nonton YouTube atau scroll timeline Instagram. Layarnya cukup berwarna, sedikit di atas natural tetapi tidak se-berwarna layar AMOLED. Dengan resolusi yang lebih kecil(/sedikit, dari Full HD), harusnya main game bisa lebih lancar dan performa cepat. Kenyataanya, tidak juga. Lenovo A7000 ini pakai processor 8-core MediaTek MT6752M "64-bit" dengan RAM 2GB. Dengan skor yang saya lihat di sana-sini >40000, harusnya performanya cukup ngebut. Pertama kali pemakaian, performanya benar, kok, ngebut banget. Multitask juga tidak ada masalah. Sampai pada akhirnya Lenovo A7000 saya... kehabisan memori internal.

Dengan memori internal 8GB, kamu cuma dapat free setelah reset sekitar 3,5GB (koreksi kalau salah, ya, agak lupa xD). Untuk pemakaian saya, setelah install aplikasi jejaring sosial, portal berita dan edit foto, spacenya jadi sisa sekitar 900MB saja. Belum gamenya. Belum Office apps seperti Word, Excel dan PowerPoint (saya siasati pakai WPS Office, dengan ukuran yang jauh lebih kecil). Tiap tiga hari sekali, saya harus clean junk files pakai Clean Master, supaya tidak muncul notifikasi "out of space" saat hendak update aplikasi di Play Store.

"Kenapa nggak pakai SD Card aja? Kan bisa install aplikasi di sana?". Yup, betul, Lenovo kasih opsi untuk pakai SD Card sebagai storage utama. Saat dipilih, A7000 akan melakukan restart dan default storage akan pindah. Tapi tetap, tidak semua aplikasi dan games bisa dipindah. Ditambah, aplikasi tidak bisa pindah secara 100% ke SD Card. Misal, aplikasi 300MB, yang ke SD Card hanya 200MB, 100MB-nya masih di internal. Dan setelah saya pindah beberapa aplikasi, performa mulai turun. Lag mulai terasa. Padahal, aplikasi yang saya pindah adalah yang tidak sering keluar notifikasi/bukan aplikasi utama. Sebagai catatan, saya pakai SanDisk class 10 Ultra 1. Mungkin harus memori dengan class Ultra 3 supaya performa optimal?

Selain masalah memori, masalah kedua yang cukup mengganggu adalah gyroscopenya yang sering ngaco. Gyro-nya tidak presisi, semacam goyang-goyang ke kiri-kanan (walaupun kecil). Tidak mengganggu pengalaman main game, tapi saya jadi tidak bisa ambil panorama atau photo sphere via Google Camera. Anehnya, ambil panorama via aplikasi kamera bawaan, normal saja. Hanya kualitasnya yang menurut saya agak kurang.

Untuk kamera, Lenovo A7000 dilengkapi kamera belakang 8 Megapiksel dengan autofocus dan dual-LED flash. Kamera depannya 5 Megapiksel, dan dilengkapi segudang fitur untuk meningkatkan kemampuan foto selfie. Kedua kamera bisa merekam video hingga Full HD 1080p. Kualitas kamera belakangnya menurut saya cukup bagus. Noise terkadang bisa cukup banyak, tapi ISO bisa diatur secara manual. Biasanya, saya ambil ISO se-minim mungkin saat foto objek tidak bergerak. Dengan ISO 100 dan kondisi cahaya tidak terlalu banyak hasil foto cenderung steady, which is good. Proses ambil foto cukup cepat, hanya ambil fokusnya butuh waktu ekstra. Oh ya, pastikan untuk update ke software terbaru, karena kualitas kameranya akan sedikit meningkat dibandingkan dengan software saya pertama beli. Berikut beberapa hasil fotonya.




Kamera depannya juga lumayan, dengan hasil yang cukup tajam dan fokus. Foto yang dihasilkan tidak se-lebar Galaxy Grand Prime, tapi masih cukup untuk berfoto 4-5 orang. Walaupun tajam, reproduksi warna masih lebih bagus Zenfone 5. Yah, masih bisa diakali dengan Snapseed, lah. Ada fitur seperti beautify, hand gesture untuk memudahkan ambil foto, dan yang paling saya suka, fill light. Konsepnya mirip seperti smartphone LG, layar akan berwarna putih kekuningan dan berperan sebagai lampu kilat saat ambil foto. Mayan, bisa terangan dikit.

Untuk audio, Lenovo A7000 ini adalah Android yang paling saya suka buat dengerin musik. Berbeda dengan A6000 yang pakai Dolby Digital Plus (yang menurut saya justru mengurangi kualitas jika dinyalakan), Dolby Atmos di Lenovo A7000 saya nyalakan 24/7, tiap kali ingin mendengarkan musik atau nonton video. Cocok banget sama earset punya saya. Untuk speaker, walaupun tidak stereo seperti di Lenovo A6000, keluaran suaranya terdengar sedikit lebih keras dan lebih enak. Posisinya yang agak di tengah juga menurut saya pas, tidak tertutup tangan saat penggunaan satu tangan dan saat nonton YouTube posisi landscape dengan dua tangan. Walaupun, masih ketutup juga kalau ditaruh dengan layar menghadap ke atas.

Baterai dengan kapasitas 2900 mAh pada Lenovo A7000 ini dapat diandalkan. Rata-rata saya dapat menggunakan A7000 sampai satu hari penuh, dengan screen-on time 3  jam 45 menit - 4 jam. Paling boros sekitar 3,5 jam, paling irit bisa 5 jam screen-on time. Sayangnya belum dilengkapi fitur fast charging, sehingga membutuhkan waktu kurang lebih dua jam untuk charge sampai penuh. Masih lebih lama Zenfone 5, sih (bahkan dengan kapasitas baterai yang lebih kecil).

Sekarang menuju pertanyaan, "jadi gimana nih, layak beli nggak?". Saat tulisan ini dirilis, Lenovo sudah merilis A7000 Special Edition, dengan processor sedikit lebih cepat, memori internal 16GB, layar Full HD dan kamera belakang 13 Megapiksel. Dengan harga 2,399 juta, A7000 Plus bersaing dengan Xiaomi Redmi Note 2. A7000 sendiri sudah turun harga, menjadi 1,999 juta, bersaing dengan M2 Note di harga yang sama. Kalau budget kamu tidak lebih dari 2 juta, ingin smartphone stylish dengan performa bagus dan tidak main game, Lenovo A7000 ini merupakan pilihan tepat. Kalau kamu butuh memori lebih banyak untuk install aplikasi, kamu bisa pilih M2 Note, dengan layar Full HD dan reproduksi warna yang konon paling baik di kelasnya, bahkan Redmi Note 2. Selamat memilih!

Review ini ditulis menggunakan Xiaomi Redmi Note 2. Iya, ini alasannya. Bukan, bukan karena Lenovo A7000 jelek. Dari awal diperkenalkan, saya langsung tertarik dan kepengin banget beli, lalu memutuskan untuk ambil garansi distributor karena yang resmi konon masih lama. Baru satu minggu pemakaian, dan sampai saat ini cukup memuaskan. Ditunggu reviewnya ya. :D

Comments

  1. Enak bacanyaaa... lengkap, ga berbelit2, so far bikin mantep jadi beli ini apa ga.. ? makasih..?

    ReplyDelete
  2. Terima kasih. It means a lot for me. ?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Moto G5s Plus - Pilihan Terbaik di Rp3 Jutaan

Tips Memilih Kartu Memori Yang Tepat Untuk Ponsel

Andromax B & Andromax L - Ponsel Android 4G LTE Terbaru Smartfren