Mito Impact Android One: HP Murah Rasa Nexus


Setelah membaca beberapa review mengenai Android One, saya akhirnya memutuskan untuk membeli. Nah, di artikel ini, saya akan menjelaskan apa sih sebenarnya Android One itu, dan kenapa saya beli (termasuk kenapa saya pilih Mito Impact), dengan testimoni pemakaian selama beberapa hari ini.

Iklan Android One memang sudah tayang di beberapa media cetak dan digital. Tapi kalau saya tanya ke beberapa orang di sekitar saya, mereka masih mengira Android One ini merk hp baru. Padahal bukan. Diambil dari web resminya, Android One adalah proyek milik Google untuk menghadirkan Android murah namun berkualitas, dengan jaminan update software terbaru - ya, seperti Nexus. Di Indonesia sendiri, Google kerjasama dengan tiga brand lokal; Nexian, Mito dan Evercoss. Walaupun lewat brand lokal, hardwarenya sendiri sudah dijamin oleh Google agar tetap responsif. Ketiganya punya spek yang secara umum sama, cuma sedikit berbeda di model hardware dan bahan casing aja.

"Kok beli ini? Ndak beli Redmi 1s atau Zenfone aja?". Dua pertanyaan ini paling sering saya dapat setelah menunjukkan hp Mito-yang-waktu-itu-merknya-belum-saya-tutup-carbon-skin.

Sehari-hari, saya pakai Lumia 1520 dan Nokia X. Tapi karena makin kesini kampus tercinta makin memanfaatkan layanan Google untuk kegiatan akademik *halah*, saya butuh hp yang pure Android. "Lah, emang Nokia X bukan Android?". Android kok, tetapi layanan Googlenya dicopot dan diganti layanan dari Microsoft. Walaupun Nokia X bisa diinstall layanan Google, nggak bisa se-lengkap di Android yang benar-benar Android *kusut*. Ditambah dengan RAM yang cuma 512MB, jadi makin lambat buka aplikasi. Begitu tahu Android One masuk ke sini dan murah, dengan OS stock Android seperti Nexus, minim bloatware (aplikasi bawaan hp) dan jaminan update selama dua tahun, PLUS salah satu Android pertama dengan Lollipop versi 5.1 (Nexus masih mentok di 5.0.2, dan Android One di India masih bawaan KitKat), saya langsung tertarik untuk cobain.

Nah, kenapa pilih Mito? Ini personal preference aja, sih. Menurut saya model Mito yang paling bagus (lebih kotak), dan punya baterai lebih besar 80 mAh (menjadi total 1780 mAh). Mito Impact ini juga yang paling minim bloatware, cuma BBM, aplikasi untuk nampilin tipe hp, dan satu lagi file manager (yang jadi sangat membantu). Tapi bahan back covernya glossy, fingerprint magnet dan mudah terasa lengket kalau kotor sedikit. Jadi akhirnya saya kasih skin, supaya tidak licin dan menutupi merk.




Oh ya, ini penting. Kalau kamu bingung mau pilih yang mana di antara ketiganya, pilih aja yang service centernya ada di kotamu, supaya aman kalau ada masalah nantinya. Dari yang saya baca di forum Kaskus, hardware punya Nexian yang paling banyak bermasalah (dead pixel dan pink spot di kamera). Tapi kalau di kotamu ada service centernya dan lebih suka warna merah yang ditawarkan Nexian (plus bahan back covernya yang matte/doff), beli aja, nggak perlu kuwatir. Karena Nexian kasih garansi 30 hari replacement.  Biasanya kalau ada dua masalah di atas, sudah kelihatan dari awal, kok.

Sudah seminggu saya pakai Mito Impact, dan komentar saya... hp ini ngebut banget! Sebelum pakai Mito Impact, saya pernah pakai beberapa jenis Android (Note 8, Nexus 7 2012, Nexus 4). Nexus 7 baru dapat Lollipop juga (5.0.2), tetapi setelah terinstall banyak aplikasi dan beberapa aktif untuk notifikasi/jalan di belakang, lag langsung terasa. Nah, di Android 5.1, konon manajemen memorinya jauh lebih baik. Dan bener aja dong, walaupun ada 30+ aplikasi yang nggak ditutup (dibiarin ada di multitask menu), hp tetep smooth dan tanpa lag. Perpindahan antar aplikasi paling cuma jeda 2-3 detik (kalau di multitask cuma 5-10 aplikasi, jedanya ga sampe sedetik, tergantung aplikasi juga kali ya). Rasanya seperti balik punya Nexus 4 lagi. Performanya bisa hampir sama seperti Nexus 4, padahal RAM setengahnya (2GB vs 1GB). Dulu waktu pakai Nexus 4, free RAMnya tumpeh-tumpeh bisa sampai 1,6GB. Di Android One cuma 400MB, tapi walaupun buka banyak aplikasi, sampai saat ini belum pernah menyentuh lebih kecil dari 300MB free RAM. Performanya bagus, buat gaming pun cukup smooth (untuk nyobain Crossy Road, Let's Get Rich dan SimCity Build It).

Oh ya, Android One series ini pakai prosesor quad-core dari MediaTek. Jaman Lenovo baru (dan Xperia C) mulai pakai MediaTek, saya agak meragukan kualitas prosesor ini, apalagi (pada waktu itu) terkenal susah banget untuk lock GPSnya. Tapi ini sudah tidak lagi terjadi di Android One yang saya pakai. Navigasi lewat HERE Maps cukup lancar dan cepat.


Yang lainnya gimana? Untuk layar, cukup bagus. Layarnya cukup berwarna dan sudah IPS, lebih berwarna dari Nexus 4 tapi masih setingkat di bawah Nokia X. Resolusinya memang belum HD, tapi layarnya nggak terlalu besar juga --  4,5", jadi masih lumayan, cukup buat edit foto di Snapseed dan VSCO. Kameranya 5 Megapiksel autofocus + flash, dan kamera depannya 2 Megapiksel. Hasilnya cek sendiri di bawah ya. Kalau saya disuruh menilai, uhm, gimana ya, udah terbiasa dengan kamera PureView soalnyah. *ditoyorin*

*(foto yang paling bawah diambil pakai mode rasio 16:9, yang sepertinya menurunkan kualitas foto)

Sayangnya, ada bug di aplikasi kamera bawaan. Walaupun shutter sudah ditekan dan fokus sudah ditentukan, ada  jeda sekitar 3 detik. Padahal nggak pakai timer. Dan kalau ambil foto pakai flash, hasilnya sangat over exposure. Kedua bug ini bisa diatasi pakai aplikasi pihak ketiga. Selain itu, volume untuk memutar media juga nggak imbang *hah piye mas?*. Jadi walaupun volume udah diset cuma satu tingkat dari kiri, suaranya tetep kenceng gitu. Agak ganggu buat saya. *riwil*



Kedua bug di atas itu saya yakin bug software aja, dan sangat wajar karena masih software pertama (apalagi Android 5.1 pertama). Oh ya, keluaran suara dari Android One ini bagus, lebih bagus dari Nokia X menurut saya. Dari speaker bawaan pun cukup kencang, walaupun agak sember kalau set ke volume maksimal.

What about battery life? Agak sedikit boros menurut saya yang hobinya dikit-dikit nyalain layar henpon. Atau bisa dibilang rata-rata hp Android dengan harga setara. Kalau dipakai terus-terusan, lima jam bisa habis. Kalau untuk pemakaian biasa, seharian juga bisa. Salah satu skenario: lepas charger jam 8:30 dengan kondisi Wi-Fi dimatikan, data nyala, notifikasi email dan socmed semua aktif. Dipakai setel musik lewat jack 3.5mm 60 menit, tethering 30-45 menit, cek socmed dan lain-lain sebentar-sebentar (total waktu layar menyala 2,5 jam). Jam 8 malam, baterai tinggal 3 persen. Kalau nggak salah sih waktu itu tanpa menyalakan model battery saver sama sekali. FYI, mode battery saver itu sangat efektif untuk menghemat baterai. kalau sudah diaktifkan, dari 15 persen ke 10 persen aja, turunnya bisa lama banget.

"Jadi gimana? Layak beli nggak?". Buat saya sih layak banget. Kalau kamu sedang mencari Android murah dengan spek bagus, wajib pilih Android One. Kalau ragu dengan merk, kamu bisa pilih merk lain seperti Acer Z205 di harga sekitar 750rb-an, yang sama-sama punya RAM 1GB tapi kualitas layar dan kameranya jauh dibawah Android One series (sempat coba sebentar). Plus, dengan Android One, kamu bisa bener-bener ngerasain Android yang pure dari Google, tanpa sentuhan dari si produsen hp (yang kebanyakan tampilan sudah di-custom, plus banyak bloatware/aplikasi bawaan yang memenuhi memori dan terkadang malah bikin hp makin lemot). Dan yang penting juga, masa depan Android One sudah dijamin oleh Google, untuk pasti dapat update secara cepat seperti Nexus.

Ada yang pakai Android One juga? Lebih milih yang mana nih? #teamMito, #teamNexian atau #teamEvercoss? :D

Comments

  1. Setelah telfon km dan baca ini makin yakin untuk nyaranin orang-orang dengan budget minimal untuk beli Mito Impact ini. Kok yo kebetulan tak telfon lg nulis ini :))

    Reviewnya mantap, suhu.

    ReplyDelete
  2. Setuju banget sama reviewnya! Ternyata yg bug speaker gk aq aja yg ngalamin :v Btw, ada aplikasi third party buat kamera yg recommended gk? Sepanjang nyoba aplikasi third party nya, kualitas gambarnya menurun klo dibandingin pake google camera. Trus nyoba video pke google camera juga ngelag parah, sampe harus restart gara-gara aplikasinya ngefreeze. #teamMito

    ReplyDelete
  3. Untuk volume, kalo install HERE Maps, kecilin volumenya sambil buka HERE aja, bisa lebih kecil suaranya ? | baru install Camera FV-5 aja, belum coba untuk rekam video...

    ReplyDelete
  4. Wah kamera harus pakai aplikasi pihak ketiga ya...


    ...aku paling nggak suka kalau udah ada pihak ketiga, mas :(

    ReplyDelete
  5. kalo gitu jangan ambil foto pakai flash, mas. Bawa senter sendiri aja. :(

    ReplyDelete
  6. Beliin mas

    ReplyDelete
  7. Review-nya bagus. Lain kali coba disinggung spesifikasi teknisnya lebih banyak (jenis prosesor, misalnya). Dua jempol untuk kamu!

    *prekes yori*

    ReplyDelete
  8. Sudah saya tambahin kemarin, mz. Thx.

    ReplyDelete
  9. Om, saya juga pake Mito A10 Impact Android One..
    1-2 Bulan pertama ga ada masalah.
    Tapi bulan-bulan selanjutnya, ada masalah bagian konektor charger. Nge charger pake yang Mito bawaan nya udah ga bisa.
    Nyoba pake charger S*****G, dan Charger HP Android yang lainnya termasuk BB engga bisa. Cuma bisa di charger menggunakan merek O**O.
    Kira-kira gimana ya Om.

    ReplyDelete
  10. Persis punya saya dulu. Tinggal dibawa ke service center untuk ganti konektor.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Memilih Kartu Memori Yang Tepat Untuk Ponsel

Review: Moto G5s Plus - Pilihan Terbaik di Rp3 Jutaan

Andromax B & Andromax L - Ponsel Android 4G LTE Terbaru Smartfren